Alloh SWT senantiasa menebarkan hikmah kepada manusia melalui semua kejadian yang telah ditetapkan-Nya dengan sangat sempurna. Dari peristiwa yang dasyat seperti Tsunami di Aceh di penghujung tahun 2004 sampai dengan kejadian yang kelihatannya sepele seperti jatuhnya buat apel dari tangkainya, yang konon mengilhami seorang Isaac Newton menemukan teori gravitasi yang terkenal di dunia ilmu pengetahuan.

            Salah satu proses sarana pembelajaran yang Alloh SWT berikan ketika seseorang telah mengarungi hidup berumah tangga, adalah melalui seorang anak yang terlahir ke dunia ini dan melengkapi kebahagiaan sebuah keluarga. Seorang anak, yang merupakan titipan dari Alloh SWT, bisa menjadi salah satu sarana Sang Khaliq untuk mematangkan kepribadian hambaNya.

Keceriaan anak sungguh merupakan hiasan tersendiri dalam mempercantik sebuah keluarga, jauh lebih indah daripada sebuah lukisan karya seorang maestro. Nampaknya, tak salah apabila ada seorang ayah yang mengatakan bahwa ketika dia pulang kerja, dalam kondisi lelah setelah seharian bekerja, dalam sekejap sirna semua kelelahan yang ada ketika dijumpai buah hatinya menyapa di ujung pintu, dengan rona wajah berseri-seri dan senyum ceria. Subhanalloh…..

             Namun, di sisi lain, kadang ada saatnya si buah hati yang kita cintai mengalami masa-masa rewel yang cukup merepotkan orang tuanya. Kerewelan yang muncul karena si anak sedang kurang ”mood”, kurang sehatnya badannya, atau sebab lain yang kadang agak sulit dideteksi oleh orang tua. Di saat seperti itulah, orang tua ”diuji” oleh Alloh SWT untuk memberikan sikap yang terbaik untuk si buah hati. Sikap yang sejalan dengan syariah islam, dan juga sikap yang dapat menstimulasi orang tua menuju kedewasaan bertindak dan kemapanan mental. Bukannya sikap yang destruktif kepada anak, yang bisa memberikan goresan batin pada diri anak dan berpengaruh negatif terhadap perkembangan jiwa anak. Alangkah sedihnya hati ini tatkala kita membaca di media massa ada seorang ayah yang menyiksa anaknya karena anaknya sulit diatur atau terlalu manja, atau kita lihat di televisi ada seorang ibu yang tega menganiaya anaknya ”hanya” karena anaknya ga mau makan siang, naudzubillah…

            Ada beberapa tips untuk membantu orang tua agar dapat memberikan sikap yang terbaik bagi si buah hati dan agar dapat mencegah tindakan destruktif kepada anak, yaitu (i) niatkan segala kasih sayang yang orang tua curahkan buat si buah hati semata-mata hanya sebagai bentuk ibadah kepada Alloh SWT dan semata-mata mengharap ridho-Nya, insya Alloh apabila niat itu selalu ditanamkan dalam sanubari orang tua, ketika masa-masa sulit dimana anak sedang rewel, niat yang kuat itulah yang membentengi orang tua agar terhindar dari keinginan untuk bersikap kasar terhadap anak, (ii) perlu disadari bahwa si buah hati yang setiap hari berinteraksi dengan orang tua adalah darah daging mereka, yang merupakan amanah dari Alloh SWT,  merupakan generasi penerus di dunia ini, yang harus didik dengan cara yang terbaik, agar menjadi insan yang berarti di dunia dan bermakna di akherat (nyontek statement aa gym nih…) (iii) perlu diketahui bahwa segala sikap yang kita berikan kepada si buah hati akan berpengaruh terhadap perkembangan jiwa si anak. Jika orang tua senantiasa memberikan kasih sayang kepada buah hatinya, insya Alloh, kedepan, perkembangan jiwa anak akan mengagumkan. Ada sebuah riset tentang anak yang membuktikan bahwa sentuhan kasih sayang orang tua sangat berpengaruh positif terhadap perkembangan keperibadian anak. Di samping itu, anak juga mempunyai sifat imitatif, sifat suka meniru apa saja yang dilakukan oleh orang-orang terdekatnya terutama orang tuanya. Apabila orang tua menyadari hal ini, ketahuilah bahwa semakin banyak kebaikan yang dilakukan oleh orang tua, maka kemungkinan anak meniru kebaikan itu semakin besar. Dan (iii) ketika anak menyita kesabaran orang tua dengan sikapnya yang rewel dan susah diatur, maka ada baiknya orang tua sejenak merenung, tanamkan dalam lubuk hati, sangat mungkin kelakuan yang menyebalkan si anak masih jauh lebih baik dari pada kelakuan orang tuanya ketika masih balita. Dengan berfikir seperti itu, keinginan untuk meluapkan kemarahan, keinginan untuk bersikap destruktif terhadap anak bisa ditekan dan bisa dihindari.

            Kepada para pembaca yang telah menyandang status sebagai orang tua (termasuk penulis), selamat ”menikmati” proses mendidik anak-anaknya, semoga  para orang tua bisa memberikan kasih sayang yang terbaik kepada si buah hati. Satu kepuasan terbesar yang didapat orang tua, ketika anak semakin tumbuh dewasa adalah ketika ia semakin mengenal dan dekat dengan sang Pencipta alam semesta ini, Dzat yang menghidupkan dan mematikan, Dzat yang mencukupi kebutuhan makhluknya setiap waktu tanpa terkecuali, satu-satunya Dzat yang layak untuk disembah, yaitu Alloh Subhanahu wata’ala. Aku bersaksi tiada tuhan selain Alloh, dan aku bersaksi Muhammad adalah Rasul Alloh.

 

wassalam